Recap of February 2015

February-2015

Lets recap my 2015 resolutions and remind myself how I did on February 2015

  1. Grow closer to God.
    This is my no 1 wish on my birthday. And I will still list this as my no 1 priority. Its hard to quantify this but lets see how I go.
  2. Read more books.
    I always feel I grow as a person when I read books. But sadly I could not arrange this to be in my priority list so this always slipped through.
  3. Healthy lifestyle.
    Lets see. I want to try eating more healthy foods. I want to try exercise more regularly. And I want sleep and be able to wake up early in the morning.
  4. Take barrista lesson.
    This is lower priority but I always want to do this.

Grow Closer to God

This month on my spiritual health I did the following:

  • Preach on my cell group on Grace & Obedience (see the post)
  • I went to the church called The Cause. I tried couple cell group there to see if there are any that can make me feel belong.

Read More Books

Again I did not read much book. The only books that I read was related to my sermon on Grace & Obedience.

I am halfway on the book “Screwtape Letter” by CS Lewis

And I am now starting on “Discipline of Godly Man” by R. Kent Hughes

Hopefully i can do better on March.

Healthy Lifestyle

On this month I did not do any running but I finally managed to join Gym with my good friend.
We went for about 8-9 sessions this month so hopefully its a start of good thing to come.

Thats it for now. Onwards to the next month.

Kasih Karunia & Ketaatan

Artikel ini berisi sebuah sharing yang saya lakukan pada tanggal 27 Feb 2015.
Setelah banyak pertimbangan saya memutuskan ditulis disini dengan harapan bisa memberkati banyak orang.

1. Pembuka

Sebelum kita memulai saya ingin memberikan beberapa claim dari pembicara zaman sekarang!

  • Perbuatan baik kita seperti kain kotor di depan Tuhan !
  • Kita sudah diselamatkan Yesus pada saat Ia mati di kayu salib !
  • Tuhan Yesus telah menebus dosa masa lalu, sekarang dan masa depan jadi tidak masalah apabila kita berdosa !
  • Kita telah menerima kasih karunia yang merupakan hadiah. Dengan mengaku anda percaya maka anda akan selamat. Yesus tidak akan memperhitungkan dosa anda.
  • Sekali selamat tetap selamat. Jadi apabila anda berkata percaya maka anda akan selamat hari ini juga.

Disini saya ingin memberitahu bahwa beberapa klaim tersebut tidaklah salah tetapi harus diterima dalam konteks dan batasan yang benar. Sering kali kita menerima klaim tersebut tanpa diberitahu batasan dan konteks yang benar sehingga seakan akan kita sebagai orang Kristen diberikan izin untuk terus berdosa dan tidak mengalami perubahan hidup.

Orang Kristen zaman sekarang seakan melupakan perintah Yesus sendiri bahwa kita harus berbuat baik dan mematuhi perintah Allah.

Bahkan sampai ada orang mengatakan “Iyah saya banyak berdosa tetapi memang tugas Tuhan untuk mengampuni.”
Sering juga kita melihat orang menerima Yesus dan dibabtis tetapi tahun demi tahun karakter orang ini tidak berubah sama sekali.

Hal ini yang amat kita sayangkan dan sebagai orang Kristen kita mau belajar kebenaran.

Di artikel ini mari kita bedah bersama kitab Roma sebagai respons dari pertanyaan tersebut. Kita juga akan membedah berbagai ayat yang biasa digunakan sebagai dasar dari argumen tersebut.

2. Kita Sudah Dibenarkan Lalu Bolehkah Kita Bertekun Dalam Dosa ?

Mari kita lihat beberapa ayat yang sering digunakan pembicara untuk menegaskan bahwa kita telah diselamatkan.

Roma 5:9-10 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya

Roma 5:18-20 Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah.


Tema pasal 5 adalah kepastian dari keselamatan melalui iman kita. Paulus mengatakan bahwa pembenaran kita menggaransi keselamatan kita. Dan pada pasal 8 Rasul Paulus seperti melanjutkan garansi ini.!

Roma 8: 1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.


Setelah membaca dua pasal ini saya semakin mengerti mengapa banyak pembicara mengklaim bahwa kita semua sudah selamat. Sekali selamat oleh iman akan tetap selamat. Pengajaran Rasul Paulus seakan mengatakan bahwa tidak masalah kita tidak berbuat baik karena kita akan diselamatkan.

Akan tetapi saya percaya dalam kebijakan dan hikmatnya Rasul Paulus telah mengantisipasi bahwa akan banyak orang mensalahartikan pengajarannya sehingga ia menulis pasal 6 ini sebelum ia menyelesaikannya di pasal 8.

Apabila kita ditanyakan apakah kita harus berbuat baik maka jawaban yang mudah bisa kita lihat dari kitab Roma 6:1.

Roma 6:1 – Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? y Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?

3. Jawaban Dari Rasul Paulus

Berikut adalah pernyataan Rasul Paulus.

Roma 6: 1-2 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa 3 , bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?

Kata yang digunakan di translasi alkitab Indonesia yaitu “Sekali-kali tidak!”. Di translasi aslinya Rasul Paulus menggunakan kata yang lebih tepat yaitu “God Forbid” yang lebih keras dari sekedar “Tidak”.

Mengapa Rasul Paulus menggunakan kata yang begitu keras ?

Karena apabila engkau masi bertanya hal seperti itu berarti engkau masih belum mengerti arti dari kasih karunia itu.

Apabila manusia yang bertanya hal itu, dia bukan hanya tidak mengerti justifikasi tetapi dia juga belum mengerti konsep kasih karunia dari Tuhan Yesus. Seseorang yang telah dibenarkan dan telah dibawah kekuatan kasih karunia tidak akan berpikir seperti itu. Apalagi berlaku seperti itu.

Lalu apa tujuan dari kasih karunia ? Apakah itu untuk memberikan kita izin untuk terus melanjutkan berdosa ? TIDAK. Itu untuk membawa kita dari kuasa dosa dan menaruh kita dalam kuasa kasih karunia.

“Bukankah kita telah mati bagi dosa” ditranslasikan di bahasa Inggris sebagai “We are those who have died to sin;”!
Pada bahasa Yunani, Rasul Paulus menggunakan tense Aorist yang menandakan bahwa ini bukan sesuatu yang progressive dan terus berjalan. Tense Aorist menunjukkan suatu kejadian yang telah terjadi sekali dan hanya sekali. Ini menunjukkan bahwa kita telah mati bagi dosa di satu poin penting didalam sejarah.

Kita telah mati bagi dosa. Itulah posisi kita sekarang. Lalu pertanyaannya adalah mengapa kita yang telah mati bagi dosa masih bisa mau berdosa ? Lalu apa artinya yang dikatakan oleh Paulus ?

Roma 6:12-13 Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

Disini Rasul Paulus mengatakan kita yang telah mati bagi dosa bukan berarti kita tidak bisa berdosa. Yang telah dilakukan adalah berkaitan dengan posisi dan status kita. Kematian Tuhan Yesus telah mengakhiri kuasa dosa atas hidup kita

Kita telah dibawah kuasa kasih karunia tetapi kita terus mau dibawah kuasa dosa. Sama seperti budak yang telah dibebaskan. Kita tidak tahu bagaimana harus berbuat. Bahkan kita lupa bahwa kita ini sekarang berhutang kepada Tuhan Yesus yang telah menebus dosa kita.

Sudah ada perubahan total dari posisi kita. Kita sudah tidak didalam kuasa dosa. Kita didalam kasih karunia dan kita berhutang kepada kasih karunia tersebut. Kita budak kebenaran (slave / servant of righteousness).

Setiap dari kita tidak akan bisa dibawah kedua kuasa ini. Kita hanya akan dibawah 1 kuasa. Tuan dari hamba memiliki peraturan dan ketaatan yang harus kita miliki. Perbuatan dari seorang itulah yang akan menunjukkan siapa Tuan dari kita. Apakah dosa atau kasih karunia dan kebenaran.

Roma 6:15-16 Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa 10 , karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak! 6:16 Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian 11 , maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?

4. Definisi Orang Kristen Menurut Rasul Paulus

Di kitab Roma pasal 6 ini Rasul Paulus juga menulis seperti apa definisi orang Kristen.

Roma 6:17-18 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan 12 kepadamu. 6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.


Seorang Kristen adalah seseorang yang telah mengalami perubahan. Dari hamba dosa berubah menjadi hamba kebenaran.

Tidak ada seorang pun yang dilahirkan sebagai orang Kristen. Untuk menjadi seorang Krsiten kita harus mengalami kelahiran baru dan benar benar berubah. Bukan dengan berubah sedikit atau sedikit komitmen kita bisa menjadi Kristen.

Ini adalah sebuah perubahan total dari pikiran, hati dan kemauan.

Kekristenan tidak hanya berurusan dari beberapa hal ini tetapi ketiganya yakni pikiran, hati dan kemauan. Engkau harus mentaati (kemauan) dengan segenap hati (hati) pengajaran (mind) yang telah diteruskan kepadamu.

Ada dari kita yang hanya tertarik pada doktrin dan sejarah tetapi pengajaran itu tidak mengubahnya. Untuk apa ?

Ada juga yang hanya tertarik pada lagu lagu worship emotional tetapi tidak mengubah pikiran dan kemauan kita. Untuk apa ?

Ada juga yang tidak tertarik dengan doktrin sama sekali sehingga tidak bisa menjelaskan sama sekali apa itu keselamatan yang kita terima dan siapa Yesus. Hanya bisa menjawab “Saya merasakannya”. Ini juga untuk apa ?

Saya percaya seorang Kristen yang dewasa harus bisa memiliki ketiganya seperti yang Rasul Paulus tulis disini. Injil ini amat besar hingga mengambil seluruh dari kita.

“Engkau telah mentaati”. Ini adalah poin amat penting. Ini bukan hanya percaya secara intellect. Ketaatan ini juga salah satu poin yang membuat seorang Kristen. Iman selalu membutuhkan elemen ketaatan sebab iman tanpa perbuatan adalah mati.

Contoh:

  • Iman Abraham
  • Iman orang Israel

Jangan sampai kita berbicara “sudah ngaku percaya saja dulu. Masalah pertobatan entar”. Ini sesat. Percaya membutuhkan ketaatan dan bukan sekedar perkataan mulut.

Lalu bagi kita yang belum sampai standard itu bagaimana ? Bertobatlah.

Kisah Para Rasul 17:30 Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.

Dalam pertobatan dan perubahan pikiran kita percaya Allah akan membantu kita. Bahwa kita akan keluar di akhir tanpa noda dan suci. Kita akan sempurna dan seperti Kristus. Kita percaya bahwa pada saat Tuhan memulai, dia tidak akan berhenti di tengah tengah.

Filipi 1:6
Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Efesus 2:10
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Titus 2:11-14 Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.


Seorang Kristen adalah seseorang yang tau siapa Tuannya. Apakah kita tahu ?

1 Korintus 6:20
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Apakah kita disini bisa mengatakan “dulu saya hamba dosa tetapi saya sekarang adalah hamba kebenaran.”

Siapa disini yang benci dosa ?
Benarkah begitu ? Apakah engkau benar benar membenci dosa ?

Filipi 2:12
Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

Matius 5:48
Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

1 Petrus 1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

5. Konklusi

Apabila engkau mengaku cinta Tuhan Yesus tetapi masih hidup tidak kudus hanya ada satu perkataan untuk mu. Engkau adalah pembohong. Hanya orang Kristen yang bisa melihat seberapa hitam hatinya.

Apabila kasih karunia yang engkau terima tidak membantu anda untuk menuruti perintah Allah maka engkau belum menerima kasih karunia itu.

Seperti Yesus pernah berkata “Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”!

AMIN

A good game gives good feeling for a night but a goal gives good feeling for a week.

Football is like an addiction.

A faith that leaves us unprepared for suffering is a false faith that deserves to be lost.

When people lose their faith because of suffering, it’s usually a weak or nominal faith that doesn’t account for or prepare them for evil and suffering.

Any faith lost in suffering wasn’t a faith worth keeping because genuine faith will be tested.

Excerpt taken from the book If God is Good by Randy Alcorn.

Recap of January 2015

So we are on the last day of January 2015. Its hard to believe that we are through the first month of 2015.
I am reminded by this quote i heard before

The days are long but the years are short

To make sure I dont feel like wasting my time, I want to post some of the things that I have done in each month of 2015. Hopefully by doing it I will realize that I have made progress towards my goal / resolutions.

Before I start lets recap my 2015 resolutions.

  1. Grow closer to God.
    This is my no 1 wish on my birthday. And I will still list this as my no 1 priority. Its hard to quantify this but lets see how I go.
  2. Read more books.
    I always feel I grow as a person when I read books. But sadly I could not arrange this to be in my priority list so this always slipped through.
  3. Healthy lifestyle.
    Lets see. I want to try eating more healthy foods. I want to try exercise more regularly. And I want sleep and be able to wake up early in the morning.
  4. Take barrista lesson.
    This is lower priority but I always want to do this.

Grow Closer to God

This month I had the privilege to join mission trip from IPC Sydney. We went to Manado serving the area of Wori & Kimabajo. It was such an amazing experience. People say that we need to be a blessing to other people but by going to mission we are the one who is blessed. This quote from my friend really strikes a note.

“We are not bringing Christ to poor communities. He has been active in these communities since the creation of the world, sustaining them, Hebrews 1:3 says, by His powerful Word. Hence, a significant part of working in poor communities involves discovering and appreciating what God has been doing there for a LONG time.” ― Steve Corbett

Hopefully this is not my last mission trip. I am truly blessed by the mission.

Not only that, I had 2 classes of learning Greek with my best friends. We learnt the alphabets.
So far so good. Hope to be able to read the original bible someday in the future.

Read More Books

I have not read much book this month.
I could not finish the book Prayer by Tim Keller.
Now I am starting a new one – Screwtape Letter by CS Lewis.

Hopefully i can do better on February.

Healthy Lifestyle

This month I ran a total of 27.3 km from 9 days.

On February I hoped to start joining gym.

Thats it for now. Onwards …

2015 Resolutions

2015 Resolutions

 

I am going to list my 2015 resolutions here so at the end of 2015 I can come back to this post and see how I go.

  1. Grow closer to God.
    This is my no 1 wish on my birthday. And I will still list this as my no 1 priority. Its hard to quantify this but lets see how I go.
  2. Read more books.
    I always feel I grow as a person when I read books. But sadly I could not arrange this to be in my priority list so this always slipped through.
  3. Healthy lifestyle.
    Lets see. I want to try eating more healthy foods. I want to try exercise more regularly. And I want sleep and be able to wake up early in the morning.
  4. Take barrista lesson.
    This is lower priority but I always want to do this.

So thats it.

People come into your life for a reason, a season or a lifetime

Job never saw why he suffered, but he saw God, and that was enough. – Tim Keller