Kasih Karunia & Ketaatan

Artikel ini berisi sebuah sharing yang saya lakukan pada tanggal 27 Feb 2015.
Setelah banyak pertimbangan saya memutuskan ditulis disini dengan harapan bisa memberkati banyak orang.

1. Pembuka

Sebelum kita memulai saya ingin memberikan beberapa claim dari pembicara zaman sekarang!

  • Perbuatan baik kita seperti kain kotor di depan Tuhan !
  • Kita sudah diselamatkan Yesus pada saat Ia mati di kayu salib !
  • Tuhan Yesus telah menebus dosa masa lalu, sekarang dan masa depan jadi tidak masalah apabila kita berdosa !
  • Kita telah menerima kasih karunia yang merupakan hadiah. Dengan mengaku anda percaya maka anda akan selamat. Yesus tidak akan memperhitungkan dosa anda.
  • Sekali selamat tetap selamat. Jadi apabila anda berkata percaya maka anda akan selamat hari ini juga.

Disini saya ingin memberitahu bahwa beberapa klaim tersebut tidaklah salah tetapi harus diterima dalam konteks dan batasan yang benar. Sering kali kita menerima klaim tersebut tanpa diberitahu batasan dan konteks yang benar sehingga seakan akan kita sebagai orang Kristen diberikan izin untuk terus berdosa dan tidak mengalami perubahan hidup.

Orang Kristen zaman sekarang seakan melupakan perintah Yesus sendiri bahwa kita harus berbuat baik dan mematuhi perintah Allah.

Bahkan sampai ada orang mengatakan “Iyah saya banyak berdosa tetapi memang tugas Tuhan untuk mengampuni.”
Sering juga kita melihat orang menerima Yesus dan dibabtis tetapi tahun demi tahun karakter orang ini tidak berubah sama sekali.

Hal ini yang amat kita sayangkan dan sebagai orang Kristen kita mau belajar kebenaran.

Di artikel ini mari kita bedah bersama kitab Roma sebagai respons dari pertanyaan tersebut. Kita juga akan membedah berbagai ayat yang biasa digunakan sebagai dasar dari argumen tersebut.

2. Kita Sudah Dibenarkan Lalu Bolehkah Kita Bertekun Dalam Dosa ?

Mari kita lihat beberapa ayat yang sering digunakan pembicara untuk menegaskan bahwa kita telah diselamatkan.

Roma 5:9-10 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya

Roma 5:18-20 Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah.


Tema pasal 5 adalah kepastian dari keselamatan melalui iman kita. Paulus mengatakan bahwa pembenaran kita menggaransi keselamatan kita. Dan pada pasal 8 Rasul Paulus seperti melanjutkan garansi ini.!

Roma 8: 1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.


Setelah membaca dua pasal ini saya semakin mengerti mengapa banyak pembicara mengklaim bahwa kita semua sudah selamat. Sekali selamat oleh iman akan tetap selamat. Pengajaran Rasul Paulus seakan mengatakan bahwa tidak masalah kita tidak berbuat baik karena kita akan diselamatkan.

Akan tetapi saya percaya dalam kebijakan dan hikmatnya Rasul Paulus telah mengantisipasi bahwa akan banyak orang mensalahartikan pengajarannya sehingga ia menulis pasal 6 ini sebelum ia menyelesaikannya di pasal 8.

Apabila kita ditanyakan apakah kita harus berbuat baik maka jawaban yang mudah bisa kita lihat dari kitab Roma 6:1.

Roma 6:1 – Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? y Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?

3. Jawaban Dari Rasul Paulus

Berikut adalah pernyataan Rasul Paulus.

Roma 6: 1-2 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa 3 , bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?

Kata yang digunakan di translasi alkitab Indonesia yaitu “Sekali-kali tidak!”. Di translasi aslinya Rasul Paulus menggunakan kata yang lebih tepat yaitu “God Forbid” yang lebih keras dari sekedar “Tidak”.

Mengapa Rasul Paulus menggunakan kata yang begitu keras ?

Karena apabila engkau masi bertanya hal seperti itu berarti engkau masih belum mengerti arti dari kasih karunia itu.

Apabila manusia yang bertanya hal itu, dia bukan hanya tidak mengerti justifikasi tetapi dia juga belum mengerti konsep kasih karunia dari Tuhan Yesus. Seseorang yang telah dibenarkan dan telah dibawah kekuatan kasih karunia tidak akan berpikir seperti itu. Apalagi berlaku seperti itu.

Lalu apa tujuan dari kasih karunia ? Apakah itu untuk memberikan kita izin untuk terus melanjutkan berdosa ? TIDAK. Itu untuk membawa kita dari kuasa dosa dan menaruh kita dalam kuasa kasih karunia.

“Bukankah kita telah mati bagi dosa” ditranslasikan di bahasa Inggris sebagai “We are those who have died to sin;”!
Pada bahasa Yunani, Rasul Paulus menggunakan tense Aorist yang menandakan bahwa ini bukan sesuatu yang progressive dan terus berjalan. Tense Aorist menunjukkan suatu kejadian yang telah terjadi sekali dan hanya sekali. Ini menunjukkan bahwa kita telah mati bagi dosa di satu poin penting didalam sejarah.

Kita telah mati bagi dosa. Itulah posisi kita sekarang. Lalu pertanyaannya adalah mengapa kita yang telah mati bagi dosa masih bisa mau berdosa ? Lalu apa artinya yang dikatakan oleh Paulus ?

Roma 6:12-13 Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

Disini Rasul Paulus mengatakan kita yang telah mati bagi dosa bukan berarti kita tidak bisa berdosa. Yang telah dilakukan adalah berkaitan dengan posisi dan status kita. Kematian Tuhan Yesus telah mengakhiri kuasa dosa atas hidup kita

Kita telah dibawah kuasa kasih karunia tetapi kita terus mau dibawah kuasa dosa. Sama seperti budak yang telah dibebaskan. Kita tidak tahu bagaimana harus berbuat. Bahkan kita lupa bahwa kita ini sekarang berhutang kepada Tuhan Yesus yang telah menebus dosa kita.

Sudah ada perubahan total dari posisi kita. Kita sudah tidak didalam kuasa dosa. Kita didalam kasih karunia dan kita berhutang kepada kasih karunia tersebut. Kita budak kebenaran (slave / servant of righteousness).

Setiap dari kita tidak akan bisa dibawah kedua kuasa ini. Kita hanya akan dibawah 1 kuasa. Tuan dari hamba memiliki peraturan dan ketaatan yang harus kita miliki. Perbuatan dari seorang itulah yang akan menunjukkan siapa Tuan dari kita. Apakah dosa atau kasih karunia dan kebenaran.

Roma 6:15-16 Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa 10 , karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak! 6:16 Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian 11 , maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?

4. Definisi Orang Kristen Menurut Rasul Paulus

Di kitab Roma pasal 6 ini Rasul Paulus juga menulis seperti apa definisi orang Kristen.

Roma 6:17-18 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan 12 kepadamu. 6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.


Seorang Kristen adalah seseorang yang telah mengalami perubahan. Dari hamba dosa berubah menjadi hamba kebenaran.

Tidak ada seorang pun yang dilahirkan sebagai orang Kristen. Untuk menjadi seorang Krsiten kita harus mengalami kelahiran baru dan benar benar berubah. Bukan dengan berubah sedikit atau sedikit komitmen kita bisa menjadi Kristen.

Ini adalah sebuah perubahan total dari pikiran, hati dan kemauan.

Kekristenan tidak hanya berurusan dari beberapa hal ini tetapi ketiganya yakni pikiran, hati dan kemauan. Engkau harus mentaati (kemauan) dengan segenap hati (hati) pengajaran (mind) yang telah diteruskan kepadamu.

Ada dari kita yang hanya tertarik pada doktrin dan sejarah tetapi pengajaran itu tidak mengubahnya. Untuk apa ?

Ada juga yang hanya tertarik pada lagu lagu worship emotional tetapi tidak mengubah pikiran dan kemauan kita. Untuk apa ?

Ada juga yang tidak tertarik dengan doktrin sama sekali sehingga tidak bisa menjelaskan sama sekali apa itu keselamatan yang kita terima dan siapa Yesus. Hanya bisa menjawab “Saya merasakannya”. Ini juga untuk apa ?

Saya percaya seorang Kristen yang dewasa harus bisa memiliki ketiganya seperti yang Rasul Paulus tulis disini. Injil ini amat besar hingga mengambil seluruh dari kita.

“Engkau telah mentaati”. Ini adalah poin amat penting. Ini bukan hanya percaya secara intellect. Ketaatan ini juga salah satu poin yang membuat seorang Kristen. Iman selalu membutuhkan elemen ketaatan sebab iman tanpa perbuatan adalah mati.

Contoh:

  • Iman Abraham
  • Iman orang Israel

Jangan sampai kita berbicara “sudah ngaku percaya saja dulu. Masalah pertobatan entar”. Ini sesat. Percaya membutuhkan ketaatan dan bukan sekedar perkataan mulut.

Lalu bagi kita yang belum sampai standard itu bagaimana ? Bertobatlah.

Kisah Para Rasul 17:30 Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.

Dalam pertobatan dan perubahan pikiran kita percaya Allah akan membantu kita. Bahwa kita akan keluar di akhir tanpa noda dan suci. Kita akan sempurna dan seperti Kristus. Kita percaya bahwa pada saat Tuhan memulai, dia tidak akan berhenti di tengah tengah.

Filipi 1:6
Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Efesus 2:10
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Titus 2:11-14 Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.


Seorang Kristen adalah seseorang yang tau siapa Tuannya. Apakah kita tahu ?

1 Korintus 6:20
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Apakah kita disini bisa mengatakan “dulu saya hamba dosa tetapi saya sekarang adalah hamba kebenaran.”

Siapa disini yang benci dosa ?
Benarkah begitu ? Apakah engkau benar benar membenci dosa ?

Filipi 2:12
Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

Matius 5:48
Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

1 Petrus 1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

5. Konklusi

Apabila engkau mengaku cinta Tuhan Yesus tetapi masih hidup tidak kudus hanya ada satu perkataan untuk mu. Engkau adalah pembohong. Hanya orang Kristen yang bisa melihat seberapa hitam hatinya.

Apabila kasih karunia yang engkau terima tidak membantu anda untuk menuruti perintah Allah maka engkau belum menerima kasih karunia itu.

Seperti Yesus pernah berkata “Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”!

AMIN

A faith that leaves us unprepared for suffering is a false faith that deserves to be lost.

When people lose their faith because of suffering, it’s usually a weak or nominal faith that doesn’t account for or prepare them for evil and suffering.

Any faith lost in suffering wasn’t a faith worth keeping because genuine faith will be tested.

Excerpt taken from the book If God is Good by Randy Alcorn.

Hidup kita sebagai surat dari Tuhan

2 Corinthians 3

 
3 Are we beginning to commend ourselves again? Or do we need, like some people, letters of recommendation to you or from you? 2 You yourselves are our letter, written on our hearts, known and read by everyone. 3 You show that you are a letter from Christ, the result of our ministry, written not with ink but with the Spirit of the living God, not on tablets of stone but on tablets of human hearts.

4 Such confidence we have through Christ before God. 5 Not that we are competent in ourselves to claim anything for ourselves, but our competence comes from God. 6 He has made us competent as ministers of a new covenant —not of the letter but of the Spirit; for the letter kills, but the Spirit gives life.

Hari ini gua ke rumah duka melayat bokap dari temen gua yang baru saja meninggal beberapa hari yang lalu. Kabar ini sebenernya cukup mengejutkan karena begitu mendadak dan almarhum juga masih relatif muda.

Pas pemberian kata sambutan, anaknya yang pertama maju ke depan dan memberikan sedikit speech tentang papanya yang baru saja meninggal. Speech yang diberikan amat mengharukan. Dari perkataannya, kita bisa melihat seperti apa Papanya di mata keluarganya. Kita bisa melihat bahwa papanya itu sungguh baik dan mengasihi keluarganya.

Gua sendiri belum begitu sering ke rumah duka untuk melayat (masih bisa dihitung jari tangan atau dengan kata lain kurang dari 10). Tetapi jarang ada speech seperti itu dari pihak keluarga.

Banyak orang sukses dan kaya yang terbaring disana tetapi pada saat meninggal juga mereka tidak membawa apa apa. Pada saat anaknya berpidato, terpikir juga di pikiran. Pada saat di penguburan kita, apakah kata kata yang akan digunakan kerabat kita di rumah duka atao kuburan itu ? Apakah orang yang berkumpul disana akan membicarakan hal baik tentang kita atau apakah mereka akan kesulitan mencari hal baik kita untuk diceritakan ?

Dari situ juga, apakah mereka bisa melihat sosok seorang Kristen yang membawa nama Kristus dalam diri kita ? 2 Corinthians 3: 2 mengatakan bahwa hidup kita adalah surat dari Tuhan. Apakah pada saat kita meninggal nanti orang lain bisa melihat Kristus dalam hidup kita. Apakah mereka melihat kita sudah menjalankan apa yang menjadi misi Kristus ? Apakah kita sudah “fought the good fight, … and finished the race” ?

Gua rasa hal tersebut patut kita renungkan dalam diri kita masing masing. Apakah yang kita ingin orang katakan pada saat kita meninggal nanti.

Laura Story – Inspiring Music

We pray for blessings
We pray for peace
Comfort for family, protection while we sleep
We pray for healing, for prosperity
We pray for Your mighty hand to ease our suffering
All the while, You hear each spoken need
Yet love us way too much to give us lesser things

‘Cause what if Your blessings come through raindrops
What if Your healing comes through tears
What if a thousand sleepless nights
Are what it takes to know You’re near
What if trials of this life are Your mercies in disguise

We pray for wisdom
Your voice to hear
And we cry in anger when we cannot feel You near
We doubt Your goodness, we doubt Your love
As if every promise from Your Word is not enough
All the while, You hear each desperate plea
And long that we have faith to believe

‘Cause what if Your blessings come through raindrops
What if Your healing comes through tears
What if a thousand sleepless nights
Are what it takes to know You’re near
And what if trials of this life are Your mercies in disguise

When friends betray us
When darkness seems to win
We know that pain reminds this heart
That this is not, this is not our home
It’s not our home

‘Cause what if Your blessings come through raindrops
What if Your healing comes through tears
And what if a thousand sleepless nights
Are what it takes to know You’re near
What if my greatest disappointments
Or the aching of this life
Is the revealing of a greater thirst this world can’t satisfy
And what if trials of this life
The rain, the storms, the hardest nights
Are Your mercies in disguise